Kisah Haru Sang Kakek Sepuh Penjual Tangga Bambu Yang Bercita cita Naik Haji

Berikut selengkapnya kisah perjuangan Mbah Badri dalam mewujudkan mimpinya itu.

Di usianya yang sudah senja, Mbah Badri tetap giat bekerja. Setiap hari, dia menempuh jarak sekitar 20 km dengan membawa tengga bambu yang diikat di sepeda ontelnya. Dari berjualan tangga, setiap harinya dia mendapat penghasilan sebesar Rp30 ribu.

Karena tak ingin merepotkan anak-anaknya, Mbah Badri memilih untuk mencari uang sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang istri.

“Tiap hari saya jualan walau cuma bawa 1 tangga bambu. Liburnya kalau hari Jum’at saja karena harus Jum’atan. Soalnya kalau rezeki itu harus dijemput. Kalau diam saja nggak akan dapat apa-apa. Nah, kalau keliling kan biar cepat laku. Bisa sekalian olahraga juga,” kata Mbah Badri.