Modal 5 Ayam, Suciati Wujudkan Mimpi Bangun Masjid Megah di Yogya

“Saya memimpikan membangun masjid, 2015 baru terlaksana. Yang mantap membangun masjid itu tahun 1995 sesudah haji saya mantap pingin punya masjid. Karena saya suka sekali masjid Nabawi saya selalu menabung dan menabung juga umroh,” kisahnya.

Selain alasan itu, Suciati juga menjelaskan ia ingin membangun masjid untuk memudahkan karyawannya beribadah. Masjid ini juga sengaja dibuka 24 jam agar para musafir bisa beristirahat atau ikut salat di sini.

“Pertama, karena usaha kami di area sini, pelanggan kami rata-rata malam hari kalau bulan Ramadhan atau salat malam, susah cari masjid. Banyak dari luar kota. Mereka kalau mau salat Subuh, salat malam susah,” tutur putri sulung Suciati, Atik Raharjo (40).

Akhirnya Suciati benar-benar meraalisasikan impiannya itu. Masjid itu diberi nama Masjid Suciati Saliman. Desainnya pun terlihat apik. Kultur Timur Tengah tampak jelas dari desain pintu dengan uliran emas di sepanjang tepiannya. Desain itu, sama dengan desain pintu di Masjid Nabawi, Madinah. Tak hanya pintu, bagian dalamnya pun mirip dengan Masjid Nabawi.

Sementara, atap limas masjid tersebut merupakan hasil serapan dari budaya Jawa yang ingin ditonjolkan. Sebuah bedug berdiameter 130 cm bermaterial kayu trembesi berusia 127 dari Majalengka dan kulit kerbau jantan tampak gagah di samping masjid.

Tak hanya mewah, masjid yang berada persis di samping Jalan Gito Gati tersebut juga ramah lansia dan difabel. Sebab, di bagian dalamnya tersedia lift yang bisa digunakan oleh jemaah.