nilah Anugrah Bagi Orang Tua yang Mempunyai 3 Anak Perempuan

Selain hadits keutamaan anak perempuan, ada pula hadits tentang keutamaan memiliki anak perempuan dari Anas yang berbicara bahwa orang tua yang memelihara serta memberikan nafkah dengan baik terhadap dua anaknya yang perempuan hingga saatnya baligh maka hubungan orang tua tersebut dengan rasulullah bakal menjadi dekat di hari kiamat layaknya jari-jari tangan yang dekat satu dengan yang lainnya., seperti yang dilansir oleh ruqoyyah.com

Ada lagi hadits tentang keutamaan anak perempuan lainnya dari Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa siapapun yang mempunyai anak perempuan serta memelihara & tidak membunuhnya dengan cara dikuburkan dalam keadaan hidup, serta tidak menghina anak perempuan, atau lebih mengunggulkan anak laki-laki daripada anaknya yang perempuan, dengan demikian keutamaan mengasuh anak perempuan yang bakal membawanya ke surga.

Ada pula Uqbah yang berbicara hadits dari rasulullah yang menceritakan bahwa orang tua yang memelihara 3 anaknya perempuan dengan sabar serta memberinya makan & minum juga pakaian yang berasal dari kesuksesan usahanya, dengan demikian anak-anaknya yang perempuan tersebut yang bakal sehingga tameng baginya dihari kiamat maupun di neraka.

Siapa yang memiliki 3 anak perempuan, lalu dia bersabar, memberinya makan, minum, dan pakaian dari hasil usahanya, maka semuanya akan menjadi tameng dari neraka pada hari kiamat. (HR. Ahmad 17403, Ibnu Majah 3669, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Hadits keutamaan anak perempuan yang terbaru berasal dari Anas yang berbicara bahwa orang tua yang mempunyai dua atau tiga orang anak perempuan atau bahkan saudara perempuan serta menafkahi mereka hingga saatnya mereka menikah maupun hingga mereka meninggal maka hubungan orang tua tersebut dengan rasulullah bakal menjadi dekat di hari kiamat contohnya jari-jari yang dekat satu dengan yang lainnya. Demikianlah keutamaan mempunyai anak perempuan.

“Siapa yang menafkahi dua atau tiga anak perempuan atau saudara perempuan, hingga mereka menikah atau sampai dia mati, maka aku dan dia seperti dua jari ini.” Beliau berisyarat dengan dua jari: telunjuk dan jari tengah. (HR. Ahmad 12498 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).