Pelit Kepada Mertua.. Begini Akibat Yang Harus Ditanggungnya…

2 of 2Halaman Selanjutnya

Butuh satu jam lebih untuk membersihkannya. Keesokan harinya aku merasa perutku sakit sekali. Pikirku, mungkin, karena ulat beras itu.

Sejak itu aku tidak bisa bangun selama dua minggu. Selama itu pula tidak ada yang menjengukku. Hanya seorang temanku yang datang.

Karena melihat aku belum masak, dia hendak memasak. Namun kubilang jangan memasak beras itu karena banyak ulat. Anehnya, dia mengaku tidak melihat ada ulat satu pun. Dia tetap memasaknya, namun aku tidak berani memakan beras itu.

Setelah agak baikan, aku kembali ingin memasak. Tapi kejadian yang sama terulang lagi. Anehnya, lagi-lagi temanku mengaku tidak melihat ulat satupun. Sampai suatu hari, ibu mertuaku datang ke rumahku.

Aku tahu bukan untuk menjengukku. Suamiku diam-diam memberikan uang kepada ibu mertuaku. Tapi, entah mengapa saat itu aku mengikhlaskannya. Anehnya, keesokan harinya sakit perutku yang mendera berminggu-minggu itu hilang begitu saja.

Sementara ibuku yang juga datang menjengukku keesokannya dan akan memasakkan untukku pun tidak mendapati ulat di pendaringan sebagaimana yang aku lihat.

Jujur saja, aku lemas dengan kejadian ini. Aku sadar. Bukankah ibu dari suami kita adalah ibu kita juga. Akhirnya kami pun rukun kembali.

Sumber: jadzab.com

2 of 2Halaman Selanjutnya