Siapa yang Bangun Piramida Mesir Terungkap, Bukan Alien!

Piramida dan para pembangunnya

Mesir memiliki lebih dari 100 piramida kuno, tetapi yang paling terkenal termasuk piramida pertama, dibangun pada masa pemerintahan firaun Djoser (sekitar 2630-2611 SM), dan piramida sejati pertama dibangun di bawah kekuasaan tentang firaun Snefru (sekitar 2575-2551 SM).

Piramida Besar dibangun di Giza pada masa pemerintahan firaun Khufu (sekitar 2551-2528 SM) dan dua penerusnya, Khafre (sekitar 2520-2494 SM) dan Menkaure (sekitar 2490-2472 SM), juga memiliki piramida yang dibangun pada Giza.

Para firaun secara bertahap berhenti membangun piramida selama Kerajaan Baru (1550-1070 SM). Para raja ini memilih untuk dimakamkan di Lembah Para Raja (Valley of the Kings) yang terletak sekitar 483 km di selatan Giza. Selama beberapa dekade terakhir, para arkeolog telah menemukan bukti baru yang memberikan petunjuk tentang siapa pembangun piramida itu dan bagaimana mereka hidup.

Berdasarkan catatan tertulis yang masih ada, termasuk papirus yang ditemukan pada 2013 di Wadi al-Jarf di pantai Laut Merah Mesir, terungkap informasi bahwa sekelompok besar pekerja membantu membawa materi bangunan ke Giza.

Informasi dari papirus

Papirus yang ditemukan di Wadi al-Jarf menceritakan keberadaan sekelompok tim terdiri dari 200 orang yang dipimpin oleh inspektur bernama Merer. Para pekerja itu mengangkut batu kapur dengan perahu menyusuri Sungai Nil yang berjarak sekitar 18 kilometer dari Tura ke Piramida Agung, tempat batu itu digunakan untuk membangun selubung luar monumen.

Di masa lalu, ahli Mesir Kuno berteori bahwa para pembuat piramida sebagian besar terdiri dari pekerja pertanian musiman yang sedang kehabisan pekerjaan. Namun, informasi ini masih diragukan kebenarannya.

Adapun papirus yang merinci sejarah piramida saat ini masih dalam proses diuraikan dan dianalisis, tetapi hasilnya menunjukkan bahwa kelompok pekerja yang dipimpin oleh Merer melakukan lebih dari sekadar membantu pembangunan piramida.

Para pekerja ini tampaknya telah melakukan perjalanan di sebagian besar wilayah Mesir, mungkin hingga Gurun Sinai. Mereka mengerjakan berbagai proyek konstruksi dan tugas. Ini menimbulkan pertanyaan apakah mereka adalah bagian dari tenaga profesional yang bersifat permanen atau mereka sekadar sekelompok pekerja pertanian musiman yang akan kembali ke ladang mereka.

Menurut papirus tersebut, para pekerja diberi makanan yang mencakup kurma, sayuran, unggas, dan daging. Selain tentang diet sehat, papirus itu menjelaskan anggota tim kerja secara teratur mendapatkan tekstil yang mungkin dianggap sebagai uang pada waktu itu,” kata Pierre Tallet, seorang profesor Egyptology di Paris-Sorbonne University yang bekerja menerjemahkan papirus.

Selain itu, menurut Director of Ancient Egypt Research Associates (AERA) Mark Lehner, para pejabat di posisi tinggi yang terlibat dalam pembangunan piramida mungkin telah menerima hibah tanah.

“Catatan sejarah menunjukkan bahwa dalam sejarah Mesir, hibah tanah diberikan kepada para pejabat. Namun, tidak diketahui apakah hibah tanah juga diberikan kepada pejabat yang terlibat dalam pembangunan piramida,” ujarnya.